Oleh: Hamba Tuhan

Ada kursi di sudut senja
yang selalu ingin diseka debunya,
padahal kayunya belum tentu tahu
siapa yang letih berdiri di sekitarnya.

Ia bicara lewat gerak tangan,
bukan telinga, bukan mata.
Seolah angin pun harus setia berputar
ke arah yang ia pilih tanpa bertanya.

Tiap langkahnya gema
tapi gema itu tak pernah kembali,
sebab dinding-dinding sudah lama lelah
menyuarakan apa yang tak ingin didengar.

Beberapa daun gugur sebelum waktunya
bukan karena musim
melainkan karena akar tak diberi kabar
dari batang yang sibuk tumbuh sendiri.

Sementara matahari tetap terbit
tapi sinarnya tak semua hangat
ada yang mengerut, ada yang berpaling
menunggu malam lebih ramah dari siang.

Namun tak ada yang menggugat terang
hanya menulis diam di sela angin
dan berharap suatu pagi nanti,
kursi itu sadar
angin tak selalu ingin diarahkan.

Tempat Informasi IMABA YOGYAKARTA