Oleh: Lailatul Fitriyah, Mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Aku perempuan
bukan langkah lambat yang mendefinisikan
tapi dari sabarku yang dalam
yang tetap tenang meski badai dunia harus menerjang.

Aku perempuan
bukan bisu yang mematung
tapi hikmah yang merenda diam
air mata yang menumbuhkan akar
sampai senyum pun tetap teguh kupertahankan.

Feminis bukan pemberontak atas kodrat
tapi pejuang hak yang tak lupa fitrah.
Bukan menara yang menantang langit
tapi tanah subur, setara, menumbuhkan makna.

Islam pun tak pernah mengecilkan peran
karena dari pelukan dan doa-doa sunyi
peradaban lahir
dari rumah kecil, dari cinta yang tak pernah tercatat sejarah.

Aku tidak lemah karena lembut
dan tidak diam karena takut.
Tapi karena aku tahu, ada gempa dalam sunyi
yang bersandar pada nama kebesarannya.

Jika dunia menolakku berdiri
sajadahku tetap lapang
Allah cukup sebagai saksi:
nilai kita bukan rupa
tapi takwa dan asa yang tak ternoda.

Tempat Informasi IMABA YOGYAKARTA