Maizaroh, Program Studi Teknik Lingkungan – Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Di balik senyuman yang kau ukir pelan,
ada gemuruh sunyi, tak pernah padam.

Rindumu bukan pada seseorang,
tapi pada diri yang dulu, sebelum karam.

Langit tahu, tapi tak bicara
Bintang melihat, hanya diam saja.

Kau simpan perih di ruang rahasia,
tak ada kunci, tak ada yang bisa membuka.

Setiap tawa, samar-samar getir,
bagai embun jatuh di atas duri.

Luka terpendam, tak terlihat oleh mata,
namun terasa dalam, merobek jiwa.

Malam-malam panjang kau peluk sendiri,
berteman sepi yang tak pernah pergi.

Air mata jadi doa yang tak terucap,
mengalir pelan, hilang dalam gelap.

Andai waktu bisa kau putar ulang,
tak akan ada janji yang kau genggam.

Tapi hidup adalah tentang bertahan,
meski hati hancur, kau tetap berjalan.

Akhirnya, luka bukan untuk dilupa,
tapi untuk diterima, agar jiwa tetap bernyawa

Tempat Informasi IMABA YOGYAKARTA