Oleh: Nurul Rahmawati, Mahasiswa program studi
Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta.
Dalam balutan biru langit nan memukau,
Pandangan sejuk bersemi, menenteramkan kalbu.
Angin berbisik lirih meninabobokan sanubari yang kian sayu.
Lagu syahdu mengalun, mengikis sepi yang membeku.
Ketika malam telah berlabuh, damai abadi merangkulmu.
Bintang-bintang berpendaran merajut rahasia semesta,
Berbisik lembut, “Kau tak sendiri, di hamparan jagat raya ini.”
Dari keindahan, kebaikan kan mekar merekah sempurna.
Satu benih darimu, beribu berkah kan kembali menyapa.
Menangislah, jika badai lelah menderu tak reda,
Biarkan tirta menghapus perihnya duka.
Meski waktu takkan pernah memutar masa,
Renungkanlah, seberapa dekat kita pada Sang Pencipta?
Seberapa dalam luka yang telah kita ukir di dunia?
Gunakanlah raga ini bukan sekadar bernapas saja,
Jadikan tiap hembusan berarti, bukan hampa tiada makna.
Pejamkan mata, biarkan mimpi indah memanjat angkasa,
Teruslah terbang, raih bintang yang kau impikan di sana.
Dan saat jiwamu penat, tak sanggup lagi melangkah,
Pulanglah, dekap dia yang selalu menanti di sudut sana.