Oleh: Taufiq Hidayat, Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sebujur paras wanita dari penjuru utara seputih kelopak wangi pada pelipis pagi. Lekuk ayu terbaring tanpa bahtera di keabadian waktu berlabuh diri tanpa pergi.
Pelaut mabuk berlari menggunjing tawa Kepada kelembutan di pelabuhan besar sana. Armada perompak terlelap di laut Yogyakarta Dengan raut berseri mengibarkan bendera.