Oleh: Cece
Suaramu seperti gema di ruang hampa,
berisik, namun tak memiliki makna.
Seakan paham kedalaman samudra yang terbentang di halaman rumahku,
jika bahkan kakimu saja tak pernah basah
oleh ombaknya.
Berhentilah berlagak paham tentang api yang membakarku,
jika kau hanya melihat asapnya dari singgasanamu.
Betapa malang lelahmu,
memungut remah-remah kabar burung
yang kau sulap menjadi jubah pengetahuan.
Kau kenakan jubah itu dengan angkuh,
seraya menunjuk ke arahku,
seolah kau pemilik samudra itu.
Tinggalkan Balasan