Category Archives: Puisi

Surat dari Rantai yang Patah

Oleh: Syahdan, Mahasiswa Program Studi Manajemen universitas Alma Ata Yogyakarta. Kepada Dewan Pendidikan yang Berdiri di Atas Menara. Dengan suara yang terkikis oleh debu zamandengan tangan yang gemetar memegang pena dari duriizinkan aku, budak yang terlahir dari rahim sistem yang pincangmelukiskan amarah yang tak lagi bisa dikubur dalam diam. Aku adalah mayat hidup dari negeri

Read More

Ke-akuan

Oleh: Ach. Jaylani Apa guna gelar —di depan atau belakang nama lahirmu yang berjejer itujika tanah kelahiranmutak pernah kau sambangi? jika orang yang melahirkanmutak pernah kau rawat,jika tetanggamuyang dulu ikut bahagia saat kau lahirtak kau sapa? Jika petaniyang menyediakan pangan harianmutak pernah kau hampiri,meski hanya sekadar berkata:“Bolehkah aku ikut ke sawah?” Jika guruyang pertama kali

Read More

Perempuan Berlumur Bunga

Oleh : Budak Perempuan Sunyi mengisahkan keangkuhanRindu bermunajat dalam harapanBerbisik pada ilalang tajamDi ujung rasa yang kian mencekam. Kisah ini, berdialog dalam mimpiMemaknai sautan merpati esok hariTentang rasa yang tak kian dibenahiDalam sketsa labirin ilusi. Hai perempuan yang berlumuran bunga,Ceritamu baru saja di mulaiSaat sebagian mereka menganggapnya usaiBahkan menindasmu dengan sebutan bunga teratai Ilalang bergemericik

Read More

Bibit yang Tak Kunjung Memberi

Oleh: Ma’ruf, Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Selimut yang tak akan kulupakan akankah meraba manisnya benih terakhir yang kau besarkan? Rintih hujan bersuara derita Mentari terbit sebagai beban penuh ketidaksempurnaan Namun karena kenakalanku tak jua kau rasakan buahnya Raut wajah yang kian senja tak jua menjadi pagar bagi prosesku Di tempat suci,

Read More