Category Archives: Puisi

Perempuan Berlumur Bunga

Oleh : Budak Perempuan Sunyi mengisahkan keangkuhanRindu bermunajat dalam harapanBerbisik pada ilalang tajamDi ujung rasa yang kian mencekam. Kisah ini, berdialog dalam mimpiMemaknai sautan merpati esok hariTentang rasa yang tak kian dibenahiDalam sketsa labirin ilusi. Hai perempuan yang berlumuran bunga,Ceritamu baru saja di mulaiSaat sebagian mereka menganggapnya usaiBahkan menindasmu dengan sebutan bunga teratai Ilalang bergemericik

Read More

Bibit yang Tak Kunjung Memberi

Oleh: Ma’ruf, Mahasiswa Studi Islam Interdisipliner Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Selimut yang tak akan kulupakan akankah meraba manisnya benih terakhir yang kau besarkan? Rintih hujan bersuara derita Mentari terbit sebagai beban penuh ketidaksempurnaan Namun karena kenakalanku tak jua kau rasakan buahnya Raut wajah yang kian senja tak jua menjadi pagar bagi prosesku Di tempat suci,

Read More

Tangis Keabadian

Oleh: Abd. Rosib Hujan malam kembali Menyediakan tempatuntuk menyembunyikan air mataatau sekedar keluh Aku duduk bersila mengatakan segalanya pada langitLantang rintihan suara dalam diam; khusuk dalam isak Bila erangan ini termasuk tandatak mengindahkanmuAku akan merubah semua derita menjadi munajatsegala simfoni sebagai melodi paling merdu Kisah Ashjan adalah jalan kenangan yang kutempuh demi menjumpaimuNamun aku tahuKau

Read More

Di Antara Kabut dan Kursi Tua

Oleh: Hamba Tuhan Ada kursi di sudut senjayang selalu ingin diseka debunya,padahal kayunya belum tentu tahusiapa yang letih berdiri di sekitarnya. Ia bicara lewat gerak tangan,bukan telinga, bukan mata.Seolah angin pun harus setia berputarke arah yang ia pilih tanpa bertanya. Tiap langkahnya gematapi gema itu tak pernah kembali,sebab dinding-dinding sudah lama lelahmenyuarakan apa yang tak

Read More