Negeri Tanpa Puisi
Oleh: Maisaroh, Mahasiswa Manajemen Dakwah Universitas UIN Sunan Kalijaga Kita sibuk memahat menara di langit Jakarta.tapi lupa, sumur-sumur di timur mengering perlahan.Hutan digadaikan untuk pesta devisa,sementara anak-anak menelan asap sebagai sarapan. Di layar kaca, para pembesar bersajak tentang kemajuan.tapi di sudut gelap, rakyat masih mengeja lapar.Kita terlena dalam angka pertumbuhan,lupa bahwa kemiskinan bukan data—melainkan luka.




