Dalam Dunia yang Salah

_Nor Aini Puteri IMABA Yogyakarta

Kita tak pernah saling bertanya,
karena jawabannya sudah
ada di mata yang terlalu lama saling menahan.

Ada yang tumbuh,
di antara diam dan jarak
yang tak pernah cukup jauh
untuk lupa,
tapi terlalu sempit
untuk mendekat.

Bukan hatiku yang menolakmu,
bukan hatimu yang menjauhiku—
tapi dunia terlalu sempit
untuk dua rasa
yang tak tahu harus ke mana pulang.

Maka kita belajar berjalan,
berlawanan arah,
dengan dada penuh
dan mulut yang tak berani pamit.

Kita tak gagal mencinta,
kita hanya kalah pada waktu
dan hal-hal yang tak pernah berpihak pada kita.