Oleh: Maisaroh
Air yang tak pernah mati
mengalir ratusan janji-janji.
Lantunan indah di lidah para politisi
jauh dari tanah basah
mereka bicara tentang panen yang melimpah.
Negeri yang kaya raya…
Rakyat memeluk hampa, sembari meratapi luka.
Di pinggir aliran nasib
rakyat menanti tetesan keadilan yang terasa semakin sulit.
Di bawah matahari yang semakin kejam
air itu terus mengalir
membawa janji ke muara
meninggalkan tanah tandus dan seribu tanya.
Tinggalkan Balasan