Oleh: Funky Zubair Affandy

Virus Corona belum juga kelar

guru dan dosen mengajar.

Rumah tungku api 

angin melahap diri.

Bukan karena virus corona, kemiskinan kouta, jauh jangkaun, atau juga aparat Negara kerjanya itu-itu saja.

 

Virus corona anugerah

berkat dia suami istri yang LDR sudah lama serumah.

Buruh istirahat dulu

pendidik mengurusi anak dan ibu

mahasiswa mabuk kopi buatan sendiri.

 

Kata-kataku dari diskusi

masyarakat Indonesia terlalu uh, ah dan ih.

Rahangnya tandus

matanya pun penuh ingus.

 

Perbanyak tadarus

siapa tahu ajal mengendus.

Tanah Indonesia kaya

di mana ada semakmur Indonesia.

 

Masyarakatnya teratur bayar pajak

aparatnya teratur pula korupsinya.

Di mana ada seindah Indonesia

keberagaman budaya dan bahasa.

 

Petinggi kuasa beruforia mengagungkan kursi kekuasaannya

ada yang pajang mobil keluaran baru di statusnya

ada juga cekrek poto di restoran dan memakai baju di mol ternama

bertamasya bunga sakura.

 

Di mana ada seindah Indonesia 

masyarakat kecil makan nasi belum tentu

ada bantuan banyak tangan genit kepentingan melorot satu-satu.

Duh virus corona gambar deritamu 

rumah Teater, Agustus, Duapuluh-Duapuluh.