Oleh: Atlbhri

Kepalaku bekerja tanpa henti,
seperti ombak memukul luka berulang,
ingatan jadi batu yang terhakis,
hilang, tapi meninggalkan kesan.

Layarku retak oleh angin prasangka,
kompas hatiku hilang arah,
bintang yang kutuju hilang ditelan malam.

Setiap kali kucoba terapung,
aku semakin tenggelam,
air masin memenuhi dada,
hingga yang terdengar hanya esakan, bukan aksara.

Jika benar aku karam,
biarlah kegelapan menjadi saksi,
bahwa aku pernah berlayar dengan hati,
meski akhirnya terdampar sebagai mimpi.

Tempat Informasi IMABA YOGYAKARTA