

Yogyakarta, 3 Juli 2026 Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) DPW Yogyakarta menggelar peringatan Milad ke-17 sekaligus Milad ke-5 Badan Semi Otonom (BSO) Puteri IMABA Yogyakarta di Kraton DPW IMABA Yogyakarta. Acara ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota dan demisioner untuk mempererat tali persaudaraan (sataretanan) serta memperkuat loyalitas terhadap organisasi.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Ummul kitab, Yasin dan Barzanji, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi milad, sarasehan yang membahas seputar keorganisasian IMABA, dan ditutup dengan doa penutup.
Organisasi Harus Berdampak, Bukan Sekadar Berjalan
Koordinator Wilayah IMABA Yogyakarta, Taretan Adibul Mukhtar, dalam sambutannya menekankan pentingnya IMABA menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar organisasi yang berjalan secara formal.
Harapan tersebut turut ditegaskan oleh Penasehat DPW IMABA Yogyakarta, Dr. Saifuddin, S.H.I., M.Si., C.M., C.W.C., yang menyampaikan bahwa kedewasaan sebuah organisasi semestinya dibentuk melalui indikator-indikator yang jelas sebagai landasan arah gerak organisasi ke depan. Menurutnya, indikator tersebut perlu segera disusun oleh DPP IMABA Pusat sebagai kompas arah organisasi.
“Apa yang dicita-citakan Koordinator Wilayah sebagai pemimpin adalah IMABA yang tidak sekadar berjalan selayaknya organisasi, tetapi memiliki dampak nyata terhadap organisasi, pesantren, dan masyarakat,” ujar Dr. Saifuddin, menegaskan kembali arah yang disampaikan Koordinator Wilayah.
Nilai Persaudaraan dan Kepesantrenan Perlu Ditingkatkan
Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Mubarok, S.Kom., menyampaikan catatan evaluatif terhadap dinamika internal IMABA. Ia menyoroti kemerosotan nilai persaudaraan (sataretanan), pola komunikasi antaranggota, serta nilai-nilai kepesantrenan yang dinilai semakin menurun dari masa ke masa. Ia mengajak seluruh anggota untuk kembali meningkatkan nilai-nilai tersebut agar organisasi memiliki fondasi dan arah yang positif.
Mengusung Tema Kearifan Lokal Madura
Milad ke-17 IMABA dan Milad ke-5 BSO Puteri Yogyakarta ini mengangkat tema berbahasa Madura, “Abhental Omba’ Asapo’ Angin, Atonggal Tatak Nanddha’ Akih Lalampan” — yang secara filosofis bermakna berbantal ombak dan berselimut angin, menyatukan tata krama di tengah beragamnya tingkah laku dan perjalanan hidup. Tema ini merefleksikan semangat keteguhan dan kesatuan di tengah dinamika dan perbedaan karakter anggota IMABA.
Melalui momentum Milad ini, seluruh anggota dan demisioner IMABA berharap tali persaudaraan (sataretanan) khas Madura serta loyalitas terhadap organisasi dapat semakin dieratkan, sejalan dengan harapan besar agar IMABA terus tumbuh menjadi organisasi yang berdampak bagi organisasi itu sendiri, pesantren, maupun masyarakat luas.
