Oleh: Taufiq Hidayat
Di malam ini!
Entah suara menggema ditelinga
berdenting layaknya pola penanda petaka,
lirik mataku seketika terpana
diujung sana nyatanya tubuh nirwana.
Apakah aku harus memandangnya?
Apakah aku harus mendekatinya?
Apakah aku harus bertanya, kemakah arah tujuannya?
Oh…
Kenapa malam terlalu lengang untuk ku nikmati
Hanya suara jangkrik yang menyaut,
cicak yang mengganggu,
dan entahlah kenapa bayanganmu melintah depan mataku.
Oh durjana….
Oh neraka…
Oh iblis bermata tiga….
Di situkah nafasmu berhembus lara
Tinggalkan Balasan